Lampung Timur, 25 Juni 2020

I Nym Dus Arianto,SKM.

KUPTD Puskesmas Sukaraja Tiga

MUTU PELAYANAN PUSKESMAS

Pelayanan adalah usaha, upaya atau kegiatan-kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan sesuai profesi keahlian masing-masing. Pengabdian adalah pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan sebagi wujud aktualisasi (pengembangan kemampuan diri) dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Promotif adalah upaya untuk memperkenalkan (sosialisasi) dan mengarahkan opini, persepsi, sikap dan tindakan masyarakat dalam menunjang pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Rakor Linsek Ke-2 Puskesmas Sukaraja Tiga Rabu,24 Juni 2020 di Balai desa Sukaraja Tiga

Pelayanan Kesehatan di taraf Puskesmas saat ini masih sering dikeluhkan oleh masyarakat. hal-hal yang sering dikeluhkan adalah:

  1. Petugas tidak ramah

Petugas yang selalu marah marah begitu ada pasien, yang datang. administrasi yang lama, petugas yang sering terlambat dan pulang cepat, selalu menjadi keluhan masyarakat. yang menyebabkan masyarakat sering berobat ke pengobatan alternatif, dengan biaya yang tidak terlalu mahal, namun hati pasien bisa jauh lebih nyaman.

Pendampingan Reakreditasi ke-2  Kamis ,25 Juni 2020
  1. Obat yang ala kadarnya

Tak asing lagi jika masyarat mengeluh masalah ini. obat demam dikasi pil dan tablet yang sama dengan obat gatal. sisanya jika ingin obat yang lebih bagus lagi, masyarakat harus membeli di apotek.

Penyuluhan Penyakit Menular Di Pondok “BARIL WA’DAH” Desa Negeri Jemanten
  1. Dokter tidak ada

Untuk puskesmas yang ada di ibukota provinsi justru dokter ada banyak bahkan ada yang sampai spesialis. namun di pedalaman, kabupaten, dan daerah daerah yang jauh dari kota, dokter sangat langka. hanya ada pada jam jam tertentu atau pada hari hari tertentu. padahal sakit gak bisa dijadwalkan kan? apalagi kalau dokternya tidak tentu

Padahal Tolak ukur bagi puskesmas agar bisa dikatakan ideal, , yaitu jika memiliki dua dokter umum, satu dokter gigi, dua perawat, dan tiga orang bidan.


“Impossible, bagaimana caranya ngejar-ngejar penyakit, yang bisa kita kejar adalah pencegahan. Kalau kita mengejar pencegahan dan sejak dari remaja kemudian persalinan maka upaya promotif preventif dapat dilaksanakan,” katanya.

Promotif preventif di Puskesmas tidak akan terlaksana, tambah Menkes, kalau Puskesmas dininabobokan oleh kuratif (pengobatan). Hal tersebut dikhawatirkan dapat mengakibatkan Puskesmas lepas dari fitrahnya sebagai fasilitas yang mengutamakan preventif.

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengatakan pesan kesehatan sebagaimana yang diamanatkan Presiden Joko Widodo adalah terkait Stunting, AKI/AKB, Obat dan Alat Kesehatan, serta BPJS Kesehatan. Visi tersebut tidak akan terlaksana dengan baik kalau Puskesmas tidak kembali kepada promotif dan preventif.


PENGURUS “GSPS”

KETUA

SEKRETARIS

BENDAHARA

Ayo “SEHAT JIWA & RAGA ” !!!!!

Bersama ” GSPS ” .